Jumat, 16 Januari 2015

Jalan Cinta Para Pejuang

Di sana, ada cita dan tujuan
yang membuatmu menatap jauh ke depan
di kala malam begitu pekat
dan mata sebaiknya dipejam saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkan mimpi-mimpi
lalu di sepertiga malam terakhir
engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cita yang besar, tinggi, dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati
teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban,
menyeru pada iman
walau duri merantaskan kaki,
walau kerikil mencacah telapak
sampai engkau lelah, sampai engkau payah
sampai keringat dan darah tumpah
tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
di jalan cinta para pejuang

-Salim A. Fillah-

Selasa, 06 Mei 2014

Cinta With Lantabur





Nuansa Bening Lantabur

            Kring... Kring... Suara bel masuk berbunyi nyaring tepat pukul 7 pagi. Tampak langkah kaki anak-anak sudah berlarian menuju lapangan depan gedung sekolah, namun belum membentuk barisan yang rapi. Saya pun membantu ustadz dan ustadzah yang lain merapikan barisan anak-anak guna mengikuti upacara bendera. Ya, seperti biasanya, senin adalah hari dimana kami mengawali kegiatan sekolah dengan upacara yang merupakan salah satu bentuk pengabdian yang bisa kami lakukan untuk negara tercinta.
            Staf ustadz dan ustadzah sudah berbaris rapi didepan anak-anak yang sedari tadi menunggu dimulainya upacara oleh anak kelas 6. Namun, ada juga beberapa ustadz atau ustadzah yang berbaris dibelakang anak-anak untuk mengkondisikan mereka agar tetap tenang saat upacara berlangsung. Sementara anak kelas 6 yang bertugas hari ini pun telah menyiapkan diri dengan selempang hijaunya sebagai tanda mereka adalah petugas upacara. Ustadz atau ustadzah, begitulah sebutan untuk guru di Sekolah Islam Terpadu Lantabur ini. Yang diharapkan tak akan pernah jadi manusia yang merugi seperti arti kata Lantabur itu sendiri.
            Pukul 07.15 upacara benderapun dimulai oleh protokol. Pada hari ini yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Kepala SD IT yang menjadi pembina upacara. Beliau memberikan amanat kepada mereka untuk senantiasa bersyukur, bahwa mereka masih bisa mengenyam pendidikan dengan nikmat hingga saat ini. Dengan semangat berapi-api Kepala Sekolah menyampaikan bahwa keadaan mereka saat ini sudah bagus, sudah punya gedung sendiri untuk belajar, jalan sekolah masih bisa ditempu dengan nyaman, pakaian dan peralatan sekolah pun sudah cukup layak. Mereka terkesima mendengar bahwa ada kondisi yang lebih sulit dari mereka dalam menuntut ilmu. Mereka harus tahu bahwa mereka tidak patut bersungut-sungut dan mengeluh. Memang yang kita punyai itu terbatas, namun syukurilah dan manfaatkan sebaik-baiknya pada apa yang sudah ada, supaya ketika Allah berikan kepada kita sesuatu yang lebih besar dan lebih baik, kita telah siap menerimanya kelak. Ujar Kepala Sekolah kepada anak-anak.
            Dari sudut barisan ada salah satu ustadz yang sedang sibuk mengkondisikan anak kelas 1 untuk diam saat upacara.
            Dan Kepala Sekolah tetap melanjutkan pidatonya. Selanjutnya beliau berbicara bagaimana mereka harus bersyukur, karena guru-guru mereka adalah guru yang penuh dedikasi. Walaupun rumah ustadz / ustadzah ada yang jauh, namun mereka tetap mengupayakan untuk tetap hadir dan mengajar.
            Poin berikutnya yang disampaikan oleh pembina upacara khusus untuk kelas 6 yang sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional (UN). Hal ini berkaitan dengan kejujuran. Dan anak-anak dianjurkan untuk tetap jujur dalam menyelesaikan soal ujian nanti tanpa harus menyontek.
            Sebagai penutup, beliau tak lupa menyemangati anak-anak untuk berprestasi dalam kebiasaanya masing-masing. Kepala Sekolah mengajak kami bersama-sama menutup amanat singkat di Hari Pendidikan Nasional ini dengan meneriakan yel khas Lantabur.
-         Sekolah IT... Sekolah IT...?
-         Lantabur... Lantabur.
-         Lantabur... Lantabur?
-         Jaya, jaya...
-         Takbir, takbir...
-         Allahu Akbar...!!
Serta diiringi dengan tepuk semangat bersama-sama. Kemudian protokol melanjutkan kembali membacakan susunan upacara  hingga upacara pun selesai. Barisan dibubarkan oleh salah satu ustadzah dan anak-anak berlarian menuju kelas masing-masing.

***
            Gedung hijau yang terdiri dari 2 lantai ini membawa nuansa indah pada setiap ruangnya. Setiap dinding pada masing-masing kelas ramai dipenuhi display yang menarik, yang sengaja dibuat baik oleh anak-anak maupun guru kelasnya untuk menjadikan mereka semakin semangat belajar dengan warna-warni hasil karya mereka sendiri. Pada kedua lantai ini juga terdapat 2 tempat toilet yang terjaga kebersihannya yang letaknya berada pada sudut masing-masing lantai, tepat berada disamping dan dibawah anak tangga. Toilet atas khusus diperuntukan bagi ikhwan atau laki-laki, sedangkan toilet bawah diperuntukan bagi akhwat atau perempuan. Didepan kelas telah terjejer rapi rak sepatu untuk meletakan sepatu mereka agar ruang belajarpun tetap bersih dengan melepas alas kaki. Bukan hanya Sekolah Dasar, namun di lantai bawah juga terdapat Taman Kanak-Kanak yang terdiri dari 4 kelas.
            Seorang anak kelas 2 berteriak sambil berlari mendekatiku.
Tasya               : “Ustadzah...! Nanti masuk ke kelas kami kan?”
Ustadzah          : “Iya, anak ustadzah..” Sambil menyunggingkan senyum.
Tasya               :  “Ada bintangnya lagi gak ustadzah?”
Ustadzah          : “Hehehe, belajarnya karena mau dapat bintang apa mau dapat ilmu?? Ayo..?”
Tasya               : “Emm... ( Sambil berfikir sejenak). Dapat ilmu dong..! Biar kalau sudah gede, hafalan Qur’annya tambah banyak, ustadzah. Kayak kakak-kakak kelas 6.”
Ustadzah          : “Memangnya cita-cita Tasya apa?”
Tasya               : “Tasya kan mau jadi seorang hafidzhoh.”
Ustadzah          : “Subhanallah.. Aamiin ya Allah...”
Tertegun saya mendengar jawaban anak sekecil ini. Baru usia kurang dari 7 tahun saja sudah punya cita-cita yang begitu mulia. Malu rasanya jika hafalan saya masih sedikit dan tidak bertambah-tambah. Astaghfirullah. Karena rasa penasaran, saya lanjutkan pertanyaan saya.
 Ustadzah         : “Kenapa Tasya mau jadi hafidzhoh?”
Tasya               : “Kata ustadz Tomi, orang yang menghafal Qur’an itu bisa dapet mahkota diakherat. Jadi kalau sudah dapet, Tasya hadiahin ke ummi aja.”
Ustadzah          : ( Menahan air mata) “Wah.. ummi pasti seneng banget dikasih mahkota sama Tasya ya..?” (Sambil mengelus kepalanya yang berbalut jilbab hijau batik)
Tasya               : (Senyum sumringan sambil memeluk manja mengalungkan kedua tangannya dipinggangku)
Ustadzah          : “Eegh.. anak ustadzah sudah wudhu belum? Kan sebentar lagi mau sholat Dhuha.”
Tasya               : “Hehe.. belum ustadzah. Mau ngambil mukenah dulu.”
Ustadzah          : “Ya sudah, langsung diambil ya.. nanti ketinggalan sama temen-temennya.”
Tasya                           : “Iya, Ustadzah..!” Sambil berlalu pergi mengejar teman yang lain yang sudah lebih dulu menuju saung.”
            Dhuha jadi rutinitas wajib setiap pagi disini. Namun berbeda jika hari jum’at tiba.  Jum’at memang menjadi hari yang tidak biasa. Sebab, sesudah anak-anak melaksanakan sholat Dhuha bersama, lalu dilanjutkan tausiyah yang disampaikan oleh salah satu ustadz/ ustadzah yang telah diberi amanat. Selain itu, kegiatan “Market Day” menjadi peramai bagi anak-anak yang ingin belajar berwirausaha. Penjual dan pembeli adalah anak-anak Lantabur itu sendiri, mereka sengaja membawa makanan yang sehat dari rumah untuk dijual kepada teman-temannya. Bahkan bukan hanya anak-anak, guru yang penasaran ingin mencicipi bawaan anak pun ikut membeli jualan mereka. Dan kantin tidak beroperasi khusus untuk hari jum’at saja.
            Tak terasa, jam dinding di kantor telah menunjukan pukul 14.00 WIB dan itu berarti waktunya untuk pulang. Ustadz yang berada dibagian Tata Usaha segera membunyikan bel tanda pulang dan kemudian diiringi dengan lagu anak-anak gembira. Mobil jemputan sekolah telah menunggu untuk diisi dan dengan senang hati pak sopir mengantar mereka ke rumah masing-masing. Dan seninpun telah berlalu dengan begitu banyak rahmat dari Illahi.
           

Sabtu, 06 Juli 2013

Kisah Inspiratif "Pembangun Jiwa"

Kejadian di Bis Kota

Pagi itu, aku melangkahkan kaki menyusuri jalan yang lumayan jauh dari rumah ke jalan raya.
Dan disana lah aku biasa menunggu bis jika hendak pergi kuliah.Bis jurusan yang ku cari pun telah datang dan segera kulambaikan tanganku. Begitu bis berhenti segera saja kunaiki.
Oowh..rupanya bis besar yang kunaiki itu masih kosong. Mungkin karena bis itu baru keluar dari sarangnya..(hehe, emangnya burung?!)
Dalam bis itu hanya ada supir,kondektur dan aku sendri yang duduk jauh dari mereka.. Aku betul-betul sendri tanpa ada teman yang bisa ku ajak bicara.
Tapi, ternyata hal itu tak berlangsung lama. Sebab, seorang wanita tua menghentikan bis itu.. Wajahnya sayuh, namun terlihat indah dengan kerudung berwarna krim yang ia kenakan. Tidak tau mau kemana, yang jelas aku pun mensyukuri keberadaannya.
"Assalamu'alaikum.." sapaku ketika ia lewat .
Dia sejenak menjawab salamku, lalu dia lebih memilih duduk diseberang pintu tanpa merasa perlu mengajakku bicara.
"Hmm... Mungkin tujuannya tak begitu jauh dari sini, sehingga ia duduk tak jauh dari mulut pintu bis". Fikirku menerka.
Akhirnya ku tetapkan untuk melihat-lihat pemandangan diluar bis saja. Terdengar suara meraung-raung dari arah belakang bis, yang tak lain mobil hitam pekat lengkap dengan sirinenya.
"Hah.. Mobil jenazah sepagi ini sudah bekerja? Tanyaku dalam hati.
Mobil itu diiringi dengan mobil lainnya yang mengantarkannya. Sudah bisa ditebak akan kemana mobil itu terparkir. Kuburan. HmM.. Serem juga kalau membayangkannya, ribuan orang dikubur disana. Mengingatnya.. Seperti melihat ada tulisan terpampang lebar: "Hiduplah di duniamu, tapi ingat tempat kembalimu adalah kuburan".

Masih asyik dengan fikiranku sendri, tiba2 tanpa kuduga, sopir menginjak kendali rem secara mendadak.
"Oii... anak siapo itu?! Nyebrang jalan dak jingok-jingok!"  Semburan sopir dengan nada tinggi kepada anak yang berlari begitu saja.

Perhatianku segera kuarahkan pada dahiku. Gara-gara hal itu, sampai membuat badanku maju kedepan & membuat kepalaku benjol tersantuk sandaran kursi yang ada didepanku.
Huft..alhmdulillah,untung saja badanku kecil, jadi masih bisa jaga keseimbangan. Namun, aku juga sempat kesal kepada sopirnya.
"Jalanin bisnya gak pakek ngebut-ngebutan segala kenapa sih..? Nyawa orang cuma satu nih...! Mau tanggung jawab?!". Kataku.
"Iya. Maaf dek.." Jawab Pak sopir dengan entengnya.

Namun..... Nenek itu..!
Keadaannya benar2 memperihatinkan. Aku terkejut melihatnya. Dia terpelanting jatuh ditangga pintu masuk,untung saja pintu bis tertutup ketika berhenti.
Rupanya darah nenek itu bercucuran dari tangannya yang tergores besi yang ada dibawah pintu. Aku terkejut & terperangah..
Benar2 tak menyangka keadaannya sebegitu parah! Belum selesai keterkejutanku,aku di buat lebih terkejut lagi mendengar ucapan pertama yang mengalir dari lisan nenek itu saat menyadari tangannya terluka. Dengan terlihat tanpa menahan perih,dia berkata:
"Alhamdulillah... Terimakasih ya Allah atas karunia & pemberianMu yang tak ada habis-habisnya".

Subhanallah.. Aku terkesima beberapa saat lamanya hingga akhirnya ketika dia mulai bisa bangun, aku segera membantu berusaha memapah dan menanyakan keadaannya.
Dia menjawab:
"Alhamdulillah, tidak apa2 kok nak.. Allah begitu baik & selalu memberi kita yang terbaik."

Aku semakin kagum mendengar jawabannya. Betapa mulia hati nenek ini. Yang bahkan kala di timpa kemalangan dan musibah, dia tidak hanya sekedar bersabar, tapi mampu menerima dan mensyukurinya...


Tips Biar Gak Sedih

Ingin berbagi tips nich kepada sahabat semua.. Sekliguz mengingatkan diri sendri.. :)
y0oK baCa..,lalu kita aMalkan..

Bismillah..
Ketika kesedihan menghinggapi hatimu,
Beban di pundakmu serasa tak kuat kau pikul..
Maka menangiz lah, sahabat..

Tapi.. Sebelum kau menangis..
Biarkan air wudhu membasahi wajahmu..
Gelarlah sajadah cintamu..
Biarkan air matamu tumpah di hadapan-Nya.
Ketika kau menangis dalam keadaan suci di hadapan-Nya, maka RaqibNya akan mencatat tangismu sebagai tangis berbuah pahala.

Maka ku yakin..
Seketika hatimu akan merasa lapang & beban di punggung mu pun menjadi ringan..

Karena kau telah mencurahkan keluh kesah mu di tempat yang TERBAIK
Di hadapan Dia yang meringankan beban..

Selamat meNc0ba.. :)
sm0ga bermaNfaat buat sahabat semua..

Hmm... Gak Takut Dosa??


Bismillah..

Sungguh beruntung diri ini. Allah telah menciptakan satu titik noda kecil di hati kita untuk stiap dosa yg kita lakukan.
Bagaimana jika noda itu Allah letakkan di wajah kita??
Hmm.. Kira2 sudah sekotor apa ya wajah ini.?

Eaght..mulai sekarang.. Jika kita masih sulit meninggalkan dosa, bayangkan saja bhwa hati kita adalah wajah kita.
Rela kah wajah sempurna ini ternodai dengan titik2 hitam yang semakin hari semakin bertambah??
WowW, . . Apa jadinya wajah kita nanti??

Allah Memang paling tau apa yang terbaik untuk kita..


"Lau Kaana Lidz dzunuubi Riihun maa qodiro Ahadun yajLisu ilayya"
=> Seandainya dosa itu memiliki bau, tentu tidak ada seorang pun yang mampu duduk bersamaku.
(Muhammad bin Wasi' Rohimahullah)


So... kurangi sedini mungkin perbuatan2 yang bisa mendatangkan mudhorat dan dosa yach.., agar Syurga bisa kita raih di akherat kelak... :-)
Subhanallah.. Allahu rahman, Allahu Rohim..

Kata Motivasi

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu terlelap tidur,
Aku akan menyelimutimu dengan lebih rapat
Dan berdoa kepada Allah agar menjaga jiwamu.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu melangkah keluar pintu,
Aku akan memelukmu erat dan menciummu dan memanggilmu kembali untuk melakukannya sekali lagi.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kudengar suaramu memuji,
Aku akan merekam setiap kata dan tindakan dan memutarnya lagi sepanjang sisa hariku.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya, aku akan meluangkan waktu ekstra satu atau dua menit, Untuk berhenti dan mengatakan “Aku mencintaimu” dan bukannya menganggap kau sudah tahu.

Jadi untuk berjaga-jaga seandainya esok tak pernah datang dan hanya hari inilah yang kupunya,  Aku ingin mengatakan betapa aku sangat mencintaimu dan kuharap kita takkan pernah lupa.

Esok tak dijanjikan kepada siapa pun, baik tua maupun muda. Dan hari ini mungkin kesempatan terakhirmu untuk memeluk erat orang tersayangmu.
Jadi, bila kau sedang menantikan esok, mengapa tidak melakukannya sekarang?

Jumat, 14 Juni 2013

Agar Do'a Dikabulkan....

Agar Doa Dikabulkan, Bacalah Shalawat Ketika Berdoa,Inilah manfaatnya :

1. Shalawat menjadi penyebab doa dikabulkan..
2. Shalawat yang didahulukan dalam doa seseorang akan menjadi perantara doa tersebut
sampai kepada ALLAH Subhanahu Wata'la..
3. Apabila sholawat tidak diucapkan ketika berdoa
maka doa tersebut akan menggantung antara
langit dan bumi..
4. Shalawat menjadi penyebab kesuksesan sebuah doa, baik disebutkan di awal maupun di akhir doa..
5. Shalawat menjadi penyebab doa seorang hamba diberkahi oleh ALLAH Subhanahu Wata'ala..

"Sesungguhnya, ALLAH dan malaikat-malaik­at-NYA
bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya..

(Al- Ahzab ayat 56)

Allahumma Shalli Wasallim 'ala sayyidina Muhammad,Wa'alaa Aaliy Sayyidinaa Muhammad..

Aamiin